Migrasi ke cloud menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas, tetapi juga membawa tantangan keamanan baru. Mengamankan infrastruktur cloud bukanlah tugas satu kali, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan kewaspadaan konstan.
1. Terapkan Prinsip Least Privilege
Batasi akses pengguna dan layanan hanya pada sumber daya yang benar-benar mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. Ini meminimalkan dampak potensial jika terjadi pelanggaran akun.
2. Enkripsi Data Saat Istirahat dan Transit
Pastikan data sensitif Anda selalu dienkripsi, baik saat disimpan di server cloud maupun saat dikirimkan melalui jaringan. Enkripsi adalah garis pertahanan terakhir jika pertahanan perimeter gagal.
3. Manajemen Patch yang Ketat
Kerentanan perangkat lunak adalah pintu masuk favorit bagi penyerang. Pastikan semua sistem operasi dan aplikasi di lingkungan cloud Anda selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru.
4. Gunakan Autentikasi Multi-Faktor (MFA)
Kata sandi saja tidak cukup. Wajibkan MFA untuk semua akses ke konsol manajemen cloud dan aplikasi sensitif untuk menambahkan lapisan perlindungan ekstra terhadap pencurian kredensial.
5. Monitor dan Audit Secara Teratur
Aktifkan logging komprehensif dan gunakan alat pemantauan keamanan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time. Lakukan audit keamanan berkala untuk mengidentifikasi dan memperbaiki celah keamanan.